Tips Cerdik menjadi Penjual dan Pebisnis Sukses

Selasa, 08 Juli 2014

Bagikan Post ini :

Siapapun pasti ingin sukses, baik itu sukses dalam menjalani hidup (Sukses meraih kenyamanan, keamanan, psikis dan jasmani yang sehat) maupun dalam berkarir. Orang tidak ingin ada "cap" gagal dalam catatan hidupnya, kendati begitu sukses pun bukan hal yang mudah untuk diraih. Perlu kerja keras untuk mencapai kesuksesan itu (Apapun arti sukses menurut Anda). Banyak orang dengan berbagai profesi yang ia jalani dan sukses menjalankannya menulis buku tentang perjalanan kesuksesannya, dan jarang penulis temui bahwa ia sukses karena warisan orang tua, rezeki nomplok dan lain sebagainya. Mereka menulis sejarah kesuksesannya dari bawah--titik nol. Nah, dalam kesempatan ini, saya berkeinginan untuk berbagi beberapa tips yang sudah saya coba dan memang benar adanya--berhasil--dalam menjual dan berbisnis.

Penulis bukanlah seorang Penjual dan Pebisnis kelas kakap, namun jarang sekali produk yang ia tawarkan di tolak orang. Bagaimana caranya? Kita lihat...

Berbisnis dan Berjualan adalah satu kegiatan yang dilakukan perorangan ataupun organisasi yang tujuannya adalah untuk mencari keuntungan (laba; uang). Banyak orang yang gagal bahkan ketika ia baru terjun ke dunia bisnis dan berjualan, mengapa? Karena mereka tidak mengerti apa yang orang (pembeli) inginkan agar barang atau jasa yang mereka tawarkan di cari. Manusia memiliki psikis yang ingin selalu berada di depan, di atas dalam hal apapun. Manusia selalu ingin tampil hebat dari manusia lainnya. Contoh sederhananya adalah, jika manusia A tidak bisa menyaingi kemampuan manusia B dalam bermusik, maka manusia A akan mencari jalan lain agar ia bisa lebih hebat dari B. Mungkin manusia A akan mengasah kemampuan lain dimana manusia B tidak bisa melakukannya. Pada intinya manusia akan selalu mencari apapun yang menjadi keinginannya, bukan kebutuhannya. 

Pernah melihat tukang ojek memegang iPhone 4? Atau tukang angkutan kota dengan Nokia X? buruh tani dengan motor sport? Mengapa? Kita tahu bahwa tentu kondisi keuangan mereka seharusnya tidak mungkin bisa membeli barang-barang mewah tersebut. Tapi tahukah Anda? Mereka menyisihkan uang atau bahkan berhemat mati-matian (mungkin mengurangi biaya makan) untuk bisa membeli barang yang menjadi keinginan mereka. Itulah intinya. Manusia hanya rela berkorban mati-matian demi apa yang ia inginkan, bukan apa yang ia butuhkan.

Kisah Penulis : Penulis pernah menjadi penjual voucher game online di warnet-warnet. Datang dari warnet yang satu ke warnet yang lainnya hanya untuk menjajakan voucher ini. Harga per Rp. 10.000,- adalah Rp. 11.000,-. Disaat itu, game online sedang booming di wilayah penulis. Penulis yang juga adalah pemain game online mencoba bisnis ini dan beruntungnya bisnis ini sukses. Bagaimana tidak? Kebanyakan pemain game online akan malas jika harus membeli ke counter game online hanya untuk membeli voucher ini. Dengan hadirnya penulis, mereka menjadi lebih mudah untuk mendapatkannya.

Kita tahu bahwa voucher game online bukanlah kebutuhan pokok manusia. Barang ini hanyalah semata-mata untuk memenuhi keinginan hati saja dan berita baiknya barang ini laku.

Berbisnis dan Berjualan memiliki resiko besar, yaitu kebangkrutan. Tahukah Anda bahwa menjadi pembisnis yang sukses harus memiliki kemampuan "melihat masa depan"? Dengan kata lain, kita harus bisa memprediksi berapa lama bisnis yang kita embani akan berjalan. Seperti cerita penulis di atas, bisnis game online tidak selalu mulus. Manusia memiliki sifat mudah bosan jika melakukan satu hal secara berulang-ulang. Maka dari itu, penulis yang juga pemain game online harus melihat hal ini. Jika para penghuni warnet sudah mulai menurun, maka bagaimanapun juga, voucher yang sudah dibeli penulis untuk dijajakan harus terjual habis. Contoh : Penulis membeli 10 voucher setiap harinya untuk dijajakan. Sebulan kemudian tingkat permintaan voucher meningkat sehingga penulis memutuskan untuk menambah barang tersebut hingga 20 voucher. Namun seminggu kemudian voucher tersebut menurun daya lakunya. Maka dari itu, penulis harus menghabiskan semua voucher yang tersisa dan melihat kesempatan lain karena voucher memiliki tenggang waktu penggunaan.

Berbisnis dan Berjualan memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi. Kita harus terjun ke masyarakat dan melakukan survei apa yang menjadi keinginan hati mereka. Dalam hal ini juga diperlukan tindakan cepat, jika tidak pembisnis (penjual) lain akan mendahului kita. Intinya, dalam berbisnis tidak ada kata "malas" dalam kamusnya. Sesuai dengan historisnya, Business dari kata "Busy" yang artinya sibuk.

Kesimpulannya adalah, agar menjadi seorang pembisnis dan penjual yang sukses, kita harus berani mengambil risiko. Bukan berarti segala resiko harus diambil. Dengan kata lain, kita harus kreatif agar resiko-resiko tersebut bisa diminimalisir. Kemudian, kita harus mengambil tindakan cepat agar kesempatan yang ada tidak diambil orang. Dan yang terakhir adalah menyadari ketidakpastian dan mempu "melihat masa depan"

Begitulah beberapa tips yang bisa saya berikan, semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Terima Kasih

Salam saya,

August Peter

Referensi.

- Jadilah Penjual dan Pembisnis yang Cerdik seperti Ular tapi Tulus seperti Merpati. Karangan : Joko Salim, S. Kom, SE, CFP

MAU COPAS? SERTAKAN SUMBERNYA

Anda menyukai artikel diatas?, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Blog August Peter ini

0 komentar :

Berkomentarlah

Beritahu kami apa yang anda pikirkan

 
Support : Copyright © 2011. August Peter's Blog - All Rights Reserved
Template Edited by August Peter Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger