Cerita Horror : KUTUKAN BONEKA

Jumat, 26 April 2013

Bagikan Post ini :

Cerita ini saya repost dari facebook. Temen saya yang posting cerita ini pertama kali. Ceritanya bergenre Twited Ending. Check this out 

Suatu hari seorang gadis kecil bernama Stefani sedang berjalan pulang ke rumah setelah seharian bermain. Saat melewati sebuah toko mainan dia melihat sebuah boneka ventriloquist yang membuatnya takjub. Boneka itu tampak cantik sekali. Rambutnya pirangnya tergerai indah dan mata birunya tampak berbinar-binar. Boneka itu tampak hidup sekali. Stefani melangkah masuk ke dalam toko itu lalu bertanya pada sang pemilik toko. 
''Berapa harga boneka itu?'' tanya Stefani. Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Stefani tidak percaya. 
''Maaf???'' tanyanya. 
''Berapa harga boneka itu?'' tanya Stefani lagi sambil menunjuk boneka yang diletakkan disudut itu. 
Pria itu mengamati boneka itu selama beberapa saat lalu kembali menatap Stefani. 
''Maaf, boneka itu tidak dijual'' katanya lalu kembali memberesi meja kerjanya. 
''Hah??? Tidak dijual??? Kenapa begitu???'' tanya Stefani tidak percaya. 
''Kenapa anda menaruhnya di etalase kalau anda tidak ingin menjualnya???''. 
Pria itu tidak bergeming sama sekali. Dia membungkukkan badan dan mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya. 
''Ini'' katanya sambil menyerahkan selembar foto pada Stefani. 
Stefani mengamati foto itu. Seorang gadis kecil yang kira-kira seumuran dengannya sedang tersenyum sambil menggendong sebuah boneka yang sangat mirip dengan boneka yang ditanyakan olehnya. 
''Kenapa anda menunjukkan foto ini??? Siapa gadis ini???'' tanya Stefani heran. 
Pria itu menatap Stefani tanpa berkedip. 
''Gadis itu adalah pemilik terakhir boneka ini'' jawabnya. 
''Dimana dia sekarang??'' tanya Stefani. 
''Dia meninggal dua tahun yang lalu''. 
Stefani menyerahkan kembali foto itu. Dia berjalan mendekati rak yang penuh dengan deretan boneka dan mainan lainnya. Tapi matanya tertuju pada boneka ventriloquist itu. 
Setelah diamati lebih dekat, boneka itu sedikit tampak menyeramkan. Tatapan matanya begitu hidup dan tajam. Tapi Stefani sudah memutuskan. Dia harus memiliki boneka itu. 
''Saya ingin membelinya. Saya menyukai boneka ini'' kata Stefani. 
Pria itu menunduk dan menggelengkan kepala. 
''Maaf. Boneka itu tidak dijual!'' jawabnya singkat. 
''Kenapa tidak???'' tanya Stefani keras kepala. 
Pria itu tidak menjawab. Dia masih menundukkan kepala. 
''Kenapa tidak??? Saya menyukainya. Berapapun harganya sa-'' 
''Boneka itu memiliki kutukan!'' jawab pria itu tiba-tiba dengan suara melengking. 
''Apa?'' tanya Stefani tidak percaya. Dia yakin kalau dia tadi salah dengar. 
''Boneka itu memiliki kutukan'' seru pria itu. Kali ini dengan suara lebih meyakinkan. 
''Maksud anda?'' seru Stefani. Pria itu mengangkat kepala dan berbalik menatap Stefani tanpa berkedip. 
''Gadis di dalam foto yang kau lihat tadi adalah pemilik sebelumnya. Dia ditemukan tewas dalam posisi menggenaskan di dalam kamarnya. Dan boneka itu berada tepat disebelahnya. Ujarnya. 
Stefani ingin tertawa tapi dia tidak mau menyinggung perasaan pria itu. 
''Belum tentu kematian gadis itu ada hubungannya dengan boneka ini.'' seru Stefani. 
Pria itu menggelengkan kepalanya. 
''Gadis itu bukan yang pertama. Semua pemilik-pemilik sebelumnya sudah meninggal dunia''. 
Stefani tersenyum sedikit. Dia berjalan mendekati pria itu. 
''Maaf, tuan. Saya tidak percaya pada hal-hal mistis seperti kutukan dalam sebuah boneka dan sebagainya'' serunya. 
Pria itu tidak menjawab. Dia menatap Stefani dengan dingin. 
''Benarkah? Baiklah kalau begitu. Kau bisa memiliki boneka itu. Gratis'' katanya. 
Stefani menatapnya tidak percaya. 
''Anda serius???'' tanyanya. 
Pria itu tidak menjawab. 
''Tapi, apabila ada sesuatu yang buruk terjadi. Itu bukan kesalahanku. Aku tidak bertanggung-jawab'' tukasnya. 
Stefani tersenyum. Beberapa menit kemudian dia sudah berada dalam perjalanan pulang menuju rumah dengan boneka itu dalam pelukannya. Stefani merasa senang sekali. Dia tidak percaya pria itu memberikan boneka itu padanya. 
Mama pasti senang melihat boneka ini, pikirnya. 
Stefani tinggal disebuah apartemen bertingkat. Rumahnya berada di lantai sepuluh. Dia selalu menggunakan lift di sayap kiri gedung itu. Lift itu lebih luas dan letaknya lebih dekat dengan ruang bermain umum. 
Stefani melangkah masuk ke dalam lift. Di dalam kosong. Dia tersenyum lalu mengambil posisi di sudut lift sambil menatap wajah boneka itu. 
Pintu lift tertutup. Tapi anehnya lift itu tidak bergerak-gerak juga. 
Aneh, pikir Stefani dengan heran. Kenapa lift itu tidak bergerak juga. Apa jangan-jangan sesuatu yang buruk akan terjadi padaku. Jangan-jangan kutukan boneka itu memang benar-benar ada, pikirnya ngeri. 
Tiba-tiba boneka dalam pelukannya itu memutar kepalanya ke arah Stefani dan berseru. 
''Tekan tombol NAIK kalau kau ingin liftnya bergerak keatas, gadis bodoh!!!'' 

MAU COPAS? SERTAKAN SUMBERNYA

Anda menyukai artikel diatas?, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Blog August Peter ini

1 komentar :

  1. wihh seremm,,, bonekanya jahat keknya tuh,,, ada lanjutannya gak ,,?

    BalasHapus

Kepada para pembaca yang ingin bertanya di blog atau ingin meminta bantuan kepada Admin dari blog ini harap kirim langsung ke alamat emal berikut :

augustpeter@musician.org

Dan jika ingin mendapatkan follback dari blog ini, silahkan klik tombol pada "Dapatkan Follback" di bagian atas blog ini...

Terimakasih

 
Support : Copyright © 2011. August Peter's Blog - All Rights Reserved
Template Edited by August Peter Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger