Makna Janji

Selasa, 05 Februari 2013

Bagikan Post ini :

Berbicara tentang janji, pasti sudah banyak anggapan, asumsi dan pengertian masing-masing dari Anda para pembaca. Baik itu diartikan sebuah kesepakatan, atau hutang yang harus dibayar. Namun, sebenarnya apa itu Janji?

Menurut Writer (penulis) Wikipedia, Janji adalah sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara 2 orang di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji juga bisa berupa sumpah atau jaminan.

Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh.

Pada umumnya banyak sekali anak-anak zaman sekarang (kecil, remaja), baik itu masih duduk sebagai siswa maupun sudah mahasiswa (seperti saya) yang sudah diberikan janji oleh orangtua mereka pasti akan menagih janji tersebut apabila sudah "jatuh tempo". Apabila janji tersebut tidak dapat terpenuhi, maka anak tersebut akan marah, merajuk bahkan pada akhirnya, anak akan berfikir kalau orangtua mereka tidak bisa dipercaya lagi. Jujur, saya juga pernah mengalami hal tersebut, dan akhirnya saya sadar akan suatu hal....

Anda, saya, orangtua Anda, orangtua saya, teman Anda, teman saya, adik, kakak, bahkan Tuhan (menurut kepercayaan masing-masing) pun berjanji.

Saya disini ingin membuka sedikit pemikiran saudara tentang pengertian janji yang Anda "anut" selama ini.

Janji manusia jauh berbeda dengan janji Tuhan (Ilahi). Manusia memiliki keterbatasan. Keterbatasan berfikir, bertindak, fisik dan lain semacamnya. Janji manusia tidak dapat diartikan sebagai sesuatu yang "pasti" akan dia perbuat menurut perkataan yang ia ucapkan. Bisa saja kondisi si pemberi janji tidak memungkinkan untuk menepati janjinya. Sebagai contoh :

Seseorang berjanji kepada temannya kalau dia akan datang ke rumahnya (temannya) pukul 5 sore tepat. Namun ia datang pukul 7 malam atau bahkan tidak datang sama sekali karena suatu hal. Bisa jadi kendaraannya rusak, atau Hujan lebat, mungkin saja dia tiba-tiba sakit dan kemungkinan terparahnya dia meninggal karena kecelakaan sesudah ia berjanji.

Tetapi berbeda dengan janji Tuhan (Ilahi). Tuhan tidak memiliki keterbatasan. Ia adalah Pencipta dari segala yang ada. Jika Ia sudah berjanji, maka PASTI akan ditepati.

Maka dari itu, janji seorang manusia adalah sesuatu yang tidak pasti. Bisa ya, bisa tidak. Jika seseorang pernah berjanji kepada Anda dan tidak menepatinya, hal yang paling bijaksana yang akan Anda lakukan adalah mempertanyakan alasannya dan pikirkan jika Anda berada dalam lingkungan dan kondisinya.


Sekian dari saya, semoga bermanfaat dan menjadi tambahan wawasan bagi Anda.
Jika ada kesalahan penulisan, bahasa atau apapun, saya akan senang hati menerima Kritik dan Saran dari Anda.


salam saya

August Peter

MAU COPAS? SERTAKAN SUMBERNYA

Anda menyukai artikel diatas?, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Blog August Peter ini

0 komentar :

Berkomentarlah

Beritahu kami apa yang anda pikirkan

 
Support : Copyright © 2011. August Peter's Blog - All Rights Reserved
Template Edited by August Peter Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger